Rabu, 31 Maret 2021

Kesalahan Orang yang Berpuasa (3 & 4) - Mulai Puasa Pertengahan Syaban dan Berpuasa di Hari Syak





Kesalahan yang ketiga dan keempat 
: mulai berpuasa sunnah setelah masuk pertengahan bulan Sya'ban dan berpuasa di hari syak. 

Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Ahmad bin Umar Baazmul hafizhahullah berkata :

Diantara kesalahan-kesalahan yang terjatuh padanya sebagian orang-orang yang berpuasa adalah bahwasanya sebagian mereka tatkala masuk pertengahan bulan Sya'ban maka ia mulai berpuasa (sunnah) padahal ia tidak melakukan puasa sebelumnya dan ini tidak boleh; dikarenakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

إذا كان النصف من شعبان فلا صوم حتى يجيء رمضان. 

"Apabila telah masuk pertengahan bulan Sya'ban maka tidak ada puasa hingga datang bulan Ramadhan". 

Dan dalam lafazh yang lain :

إذا انتصف شعبان فلا تصوموا. 

"Apabila telah masuk pertengahan bulan Sya'ban maka janganlah kalian berpuasa".

Maka hadits ini menunjukkan atas larangan dari hal itu maka apa yang dilakukan oleh sebagian manusia pada hari ini dengan mulai berpuasa apabila masuk pertengahan bulan Sya'ban menyelisihi sunnah dan tidak diperbolehkan.

Demikian pula termasuk kesalahan kesalahan yang terjatuh padanya sebagian orang yang berpuasa adalah bahwasanya sebagian mereka berpuasa sehari sebelum Ramadhan yakni pada hari syak atau berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. 

Dan hari syak adalah hari ketiga puluh dari bulan Sya'ban, disebut hari syak (keragu-raguan) karena ada kemungkinan hari tersebut termasuk Ramadhan.

Dalil atas hal itu adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

لا يتقدمن أحدكم  رمضان بصوم يوم أو يومين إلا أن يكون رجل كان يصوم صومه فليصم ذلك اليوم.

"Janganlah salah seorang dari kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali seseorang yang memiliki kebiasaan puasa maka tidak mengapa berpuasalah".

Dan diantara dalil-dalilnya adalah apa yang diriwayatkan oleh Shilah ia berkata : kami dulu berada di sisi Ammar bin Yasir pada hari yang diragukan padanya lalu didatangkanlah seekor kambing maka sebagian orang menjauh sehingga Ammar radhiallahu anhu berkata :

من صام هذا اليوم فقد عصى أبا القاسم صلى الله عليه وسلم. 

"Barangsiapa yang berpuasa di hari syak maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Abul Qasim (Nabi Muhammad) shallallahu alaihi wasallam".

Adapun orang yang memiliki kebiasaan puasa sebelum pertengahan bulan Sya'ban seperti keadaan dia yang terus melakukan puasa Senin dan Kamis atau puasa sehari dan berbuka sehari atau puasa tiga hari setiap bulan maka boleh baginya berpuasa setelah pertengahan bulan Sya'ban sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

إلا أن يكون رجل كان يصوم صومه فليصم صومه.

"Kecuali seseorang yang biasa melakukan puasa maka tidak mengapa berpuasalah".

Dan alasan (hikmah) dari diharamkannya puasa di dua hari ini (memulai puasa setelah pertengahan Sya'ban dan puasa syak) adalah supaya tidak dijadikan perantara memasukkan sesuatu yang tidak wajib kepada sesuatu yang wajib dan dikarenakan padanya mengandung celaan terhadap ru'yatul hilal (melihat hilal); dikarenakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengaitkan puasa Ramadhan dengan melihat hilal*.

Maka barangsiapa yang berpuasa di hari syak sebelum ru'yatul hilal lalu puasa yang ia lakukan di hari tersebut ternyata bertepatan dengan awal masuknya Ramadhan maka tidak sah; dikarenakan ia tidak membangun puasanya di atas dasar yang syar'i dan dikarenakan hari itu adalah hari syak yang mana sunnah yang shahih menunjukkan atas haramnya puasa pada hari itu dan wajib baginya mengqadha hari tersebut berdasarkan pendapat kebanyakan ulama.

Sumber : artikel berjudul "Maa Laa Yashihhu fis Shiyam" halqah 05.

_________

*Yakni tidak boleh bagi seseorang terburu-buru berpuasa sebelum bulan Ramadhan masuk dalam rangka kehati-hatian, namun wajib menunggu hingga bulan Ramadhan benar-benar telah masuk dengan cara melihat hilal atau menyempurnakan bilangan Sya'ban 30 hari (pent).

Channel Telegram Dinul Qoyyim

Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: