Senin, 05 April 2021

Kesalahan Orang Yang Berpuasa (6) - Tidak Berniat Puasa Ramadhan Pada Malam Hari




Kesalahan yang keenam
: tidak berniat puasa Ramadhan pada malam hari. 

Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Ahmad bin Umar Baazmul hafizhahullah berkata :

Diantara kesalahan-kesalahan adalah bahwasanya sebagian orang yang berpuasa tidak berniat puasa pada malam hari sebelum terbitnya fajar dan ini merupakan kesalahan yang besar; dikarenakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له. 

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya".

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له. 

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tidak ada puasa baginya".

Maka dua hadits ini menunjukkan atas wajibnya berniat puasa pada malam hari sebelum terbitnya fajar dan bahwasanya barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tidak sah puasanya. 

Al Maimuni berkata : aku bertanya kepada Ahmad bin Hanbal : apakah kita butuh di bulan Ramadhan untuk berniat puasa dari malam hari ? Maka Al Imam Ahmad menjawab : ya demi Allah. 

Dan disini ada pertanyaan yang penting yang dibutuhkan oleh orang-orang yang berpuasa yaitu bagaimana cara berniat (puasa) ? 

Maka jawaban dari pertanyaan yang penting ini adalah kita katakan : barangsiapa yang bertekad dalam hatinya untuk berpuasa besok maka sungguh telah tercapai niat yang dituntut secara syariat, Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : barangsiapa yang terlintas dalam hatinya bahwa ia akan berpuasa besok maka sungguh ia telah berniat dan orang yang berpuasa tatkala ia makan malam maka ia makan malam seperti orang yang berniat ingin berpuasa, oleh karena inilah dibedakan antara makan malam yang dilakukan di malam ied (hari raya) dan makan malam yang dilakukan di malam-malam Ramadhan. 

Adapun mengeraskan niat puasa seperti mengucapkan : 'nawaitu an ashuma syahra Ramadhan' (aku berniat puasa di bulan Ramadhan) atau aku berniat puasa besok hari Rabu karena Allah; maka ini adalah kebid'ahan yang menyelisihi petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya sehingga tidak boleh mengeraskan niat puasa bahkan tidak boleh mengeraskan niat pada semua ibadah sebab niat tempatnya di hati dan melafazhkannya adalah bid'ah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : mengeraskan ucapan niat tidaklah disyariatkan menurut seorangpun dari ulama kaum muslimin dan tidak dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan tidak dilakukan oleh seorangpun dari para khalifah beliau dan para sahabat beliau serta salaf umat ini dan para aimmahnya.... 

Dan niat yang wajib dalam ibadah seperti wudhu, mandi, shalat, puasa, zakat dan selain itu tempatnya di hati dengan kesepakatan para aimmah kaum muslimin.

Dan niat adalah maksud dan keinginan yang tempatnya di hati bukan di lisan dengan kesepakatan orang-orang yang berakal maka jika ia berniat dalam hatinya maka sah niatnya menurut para imam yang empat dan para aimmah (ulama) kaum muslimin yang lain terdahulu maupun belakangan dan dalam hal ini tidak ada perselisihan di sisi para ulama yang diikuti dan dimintai fatwa. 

Namun sebagian orang-orang belakangan dari para pengikut aimmah menduga bahwa melafazhkan niat adalah wajib dan ia tidak menyatakan wajibnya mengeraskan ucapan niat namun pendapat ini merupakan kesalahan yang jelas yang menyelisihi kesepakatan kaum muslimin dan apa yang diketahui dengan pasti dari agama Islam menurut orang yang mengerti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan sunnah para khalifah beliau dan mengerti bagaimana para shahabat dan para tabi'in melakukan shalat; dikarenakan setiap orang yang mengerti hal itu maka ia akan mengetahui bahwa mereka tidaklah melafazhkan niat dan Nabi shallallallahu alaihi wasallam tidaklah memerintahkan mereka dengannya dan beliau tidak mengajari hal tersebut kepada seorangpun dari para shahabat.

Sumber : artikel berjudul : "Maa Laa Yashihhu fis Shiyam"- halqah 06.

Channel Telegram Dinul Qoyyim 

Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: