Rabu, 28 April 2021

Niat Puasa Ramadhan

Niat Puasa Ramadhan



Berniat dalam puasa adalah syarat sahnya puasa, sebagaimana dimaklumi bersama dalam hadits Umar bin Khattab radiyallahu'anhu  Rasulullah ﷺ bersabda :

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

"Setiap amalan sesuai niatnya, dan seseorang tidaklah mendapatkan kecuali apa yang dia niatkan". (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka setiap ibadah harus ada niat dan niat itu letaknya di dalam hati tidak dilafadzkan, sebab niat artinya maksud dan keinginan melakukan sesuatu, sehingga kalau dia bermaksud melakukan sesuatu maka itulah niatnya.

Para ulama dan juga ahli bahasa sepakat bahwa niat tempatnya dalam hati dan tidak diucapkan, karena itu apa yang dilakukan sebagian kaum muslimin dengan membaca "Nawaitu shauma ghadin... saya berniat berpuasa besok...dst" adalah amalan bid'ah yang tidak diketahui dalilnya bahkan menyelisihi nash-nash secara syar'i dan menyelisihi kesepakatan para ulama dan ahli bahasa serta akal sehat, sebab agama ini mudah dan bacaan seperti ini membuat orang sulit.

Niat harus dilakukan dari malam hari dan menghadirkan niat itu pada seluruh malam Ramadhan, ini dikuatkan oleh Madzhab Syafi'iyah, Hambaliyah dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sebagaimana hadits Ibnu Umar radiyallahu'anhu bahwa Nabiﷺ bersabda :

من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له

"Siapa yang tidak berniat puasa dari malam hari sampai sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh al-Albany)

Kemudian apakah niat harus setiap malam atau cukup satu kali saja mencakup seluruh puasa dalam bulan Ramadhan ? 

Terjadi silang pendapat diantara ulama dan yang dhohir Insyaallah pendapat yang kuat dia berniat setiap malamnya karena puasa tidak sama dengan ibadah Haji yang banyak rangkaian didalamnya tapi niatnya hanya satu, adapun puasa amalannya tidak bersambung tapi ada pemisah siang dengan malamnya, ini dikuatkan oleh Ibnu Qudamah, Ibnu Taimiyah, Imam Syaukani dan lainnya.

Wallahu a'lam

Sumber bacaan Kitab Shiyam dari Manhajis Salikin oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'dy, Kitab Shiyam dari Fiqh Al-Muyassar oleh Sekelompok Ulama dan Catatan Pribadi Penyusun.

Ma'had Ibnu Abbas Barakkang Mamuju Tengah Sulawesi Barat.

Disusun oleh Akhukum al-Faqir ila Maghfirati Rabbih

Abu Mujahid al-Indunisy


Majmu'ah Salafy Sulbar

Channel Telegram Alhaqqu Ahabbu Ilaina

Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: