Kamis, 22 Juli 2021

Amalan Bergantung Pada Niatnya - Hadits Arbain (1)




Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Al-Khatthab - رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ - berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

" إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه 

" Sesungguhnya amalan-amalan bergantung pada niat-niat, dan bagi setiap orang bergantung pada apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya kepada dunia yang akan dia dapatkan dan wanita yang akan dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya. " Muttafaqun 'Alaih.

Penjelasan :

Hadits ini merupakan dalil yang agung tentang amalan-amalan hati, karena niat-niat termasuk dari amalan-amalan hati, berkata ulama:

"Hadits ini adalah setengah ibadat, karena dia adalah mizan (timbangan) amalan-amalan batin sedangkan hadits Aisyah - رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا - :

"Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan kami ini apa yang bukan bagian darinya maka dia tertolak."

Dan dalam lafazh lain:

"Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada padanya urusan kami maka dia tertolak"

Adalah setengah agama, karena dia adalah mizan amalan-amalan zhahir sehingga diambil faedah dari sabda nabi ﷺ :

"Sesungguhnya amalan-amalan bergantung pada niat-niat."

Bahwasanya tidaklah dari sebuah amalan melainkan dia memiliki niat, karena setiap insan yang berakal lagi bisa memilih tidak akan mungkin melakukan suatu amalan tanpa niat",

Sehingga sebagian ulama mengatakan:

"Kalau sekiranya Allah membebankan kepada kita suatu amalan tanpa niat tentulah itu merupakan pembebanan kepada apa yang tidak mungkin sanggup dikerjakan. "

Dan bercabang dari faedah ini:

▪️ Bantahan bagi orang-orang yang suka was-was yang mereka mengamalkan amalan-amalan dengan beberapa kali kemudian dikatakan oleh syaitan kepada mereka: "Sesungguhnya kalian belum berniat." Maka kami katakan kepada mereka: "Tidak, tidak mungkin selamanya kalian mengamalkan suatu amalan melainkan dengan niat maka ringankan beban ini atas diri kalian dan tinggalkan was-was ini."

▪️ Dan diantara faedah hadits ini: bahwa insan akan diberi pahala atau dosa atau diharamkan sesuai dengan niatnya berdasarkan sabda nabi ﷺ : " dan barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. "

▪️ Dan diambil faedah dari hadits ini juga: bahwa amalan-amalan sesuai dengan apa yang menjadi wasilah (media) baginya, karena terkadang sesuatu yang mubah pada hukum asalnya bisa menjadi sebuah ketaatan apabila seorang insan niatkan dengannya suatu kebaikan, seperti dia berniat dengan makan dan minumnya kebugaran untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, dan oleh karena ini Nabi ﷺ bersabda:

"Sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur ada keberkahan."

▪️ Dan termasuk faedah-faedah hadits ini: bahwasanya semestinya bagi seorang guru untuk membuat permisalan yang dapat menjelaskan dengannya sebuah hukum, dan Nabi ﷺ telah membuat untuk perkara ini sebuah permisalan (contoh) dengan hijrah, yaitu berpindah dari negeri kesyirikan menuju negeri Islam dan menjelaskan bahwa hijrah yaitu amalan yang satu bisa berdampak bagi seorang insan sebuah pahala dan bisa menjadi keharaman bagi insan, sehingga orang yang melakukan hijrah yang berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya ini yang akan diberi pahala, dan akan sampai kepada tujuannya.

▪️ Dan hadits ini masuk pada Bab Ibadah, pada Bab Mu'amalah, pada Bab Pernikahan dan pada setiap Bab Fikih. ¬

📕 At-Ta'liqat Ala Al-Arba'in An-Nawawiyyah, Ibnu Utsaimin (hal. 3 - 5) cet. Dar Al-Aqidah.

Sumber : Butiran Faedah

Previous Post
Next Post
Related Posts

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Wa antum jazakumullahu khairan. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum

      Hapus