Kamis, 22 Juli 2021

Amalan yang Tertolak - Hadits Arbain (5)

Amalan yang Tertolak


Dari Ummil Mukminin Ummu Abdillah Aisyah - رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا - berkata: telah bersabda rasulullah ﷺ:

" من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد " رواه البخاري ومسلم

"Barangsiapa mengada-ada dalam perkara kami ini apa yang bukan bagian darinya maka dia tertolak." HR. Bukhari dan Muslim,

Dalam riwayat Muslim:

" من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد "

" Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang bukan merupakan perkara kami maka dia tertolak."


Penjelasan Hadits

Hadits ini berkata ulama: Sesungguhnya dia adalah timbangan zhahir amalan-amalan dan hadits Umar yang ada di awal kitab: "Sesungguhnya amalan-amalan bergantung pada niat-niat" adalah timbangan batin amalan-amalan, karena amalan dia memiliki niat dan dia memiliki bentuk sehingga bentuk amalan itulah yang merupakan zhahir amalan dan niat adalah batin amalan.

Dan di dalam hadits ini ada beberapa faedah: bahwa barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara ini - yaitu Islam - apa yang bukan bagian darinya maka dia tertolak atasnya sekalipun baik niatnya. Dan dibangun di atas kaidah ini bahwa semua kebid'ahan tertolak atas pelakunya sekalipun baik niatnya.

Dan termasuk faedah hadits ini: bahwa barangsiapa mengamalkan suatu amalan sekalipun asalnya disyariatkan akan tetapi amalannya bukan dalam bentuk yang telah diperintahkan dengannya maka amalan tersebut menjadi tertolak berdasarkan riwayat kedua dalam riwayat Muslim.

Berdasarkan ini maka barangsiapa menjual suatu jualan yang diharamkan maka jual belinya adalah batil, dan barangsiapa shalat sunnah tanpa ada sebab pada waktu terlarang maka shalatnya batil, dan barangsiapa berpuasa pada hari raya maka puasanya batil dan seterusnya, karena ini semuanya bukan berdasarkan perintah Allah dan rasul-Nya sehingga menjadi batil dan tertolak.

At-Ta'liqat Ala Al-Arba'in An-Nawawiyyah, karya Ibnu Utsaimin (hal. 6)

Sumber : Butiran Faedah


Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: