Jumat, 23 Juli 2021

Islam Iman dan Ihsan - Hadits Arbain (2)


Hadits Arbain ke dua. Tentang Islam, Iman, dan Ihsan serta tanda Hari Kiamat.

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه أَيضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ: أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari 'Umar radhiallahu'anhu juga berkata, "Dahulu kami pernah berada di sisi Rasulullah ﷺ, lalu datanglah seorang laki-laki yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas menempuh perjalanan jauh. Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi ﷺ lalu menyandarkan lututnya pada lutut Nabi ﷺ, kemudian ia berkata, 

'Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam?' 

Rasulullah ﷺ menjawab, 'Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu bepergian kepadanya.' Dia berkata, 

'Kamu benar.' Umar berkata, 'Maka kami kaget terhadapnya karena dia menanyakannya dan membenarkannya.' Dia bertanya lagi, 

Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu?' 

Beliau menjawab, 'Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk.' Dia berkata, 'Kamu benar.' 

Dia bertanya, 'Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu?' 

Beliau menjawab, 'Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.' 

Dia bertanya lagi, 'Kapankah hari akhir itu?' 

Beliau menjawab, 'Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.' 

Dia bertanya, 'Lalu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya?' 

Beliau menjawab, 'Apabila seorang budak melahirkan (anak) tuannya, dan kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan.' Kemudian dia bertolak pergi. 

Maka aku tetap saja heran kemudian beliau berkata, 'Wahai Umar, apakah kamu tahu siapa penanya tersebut?" Aku menjawab, 'Allah dan rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda, "Itulah Jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang pengetahuan agama kalian.' [HR. Muslim]

Syarah :

Hadits ini diambil darinya beberapa faedah:

1. Diantaranya : Bahwa diantara petunjuk nabi ﷺ adalah bermajelis dengan para sahabatnya dan petunjuk ini menunjukkan atas bagusnya akhlak nabi ﷺ,

2. Diantaranya : Bahwasanya sepantasnya bagi seorang insan harus memiliki pergaulan yang baik dengan orang-orang dan bermajelis dengan mereka serta tidak menyendiri dari mereka.

3. Dan diantara faedah dari hadits : Bahwa bergaul dengan orang-orang lebih utama (afdhal) daripada menyendiri selama insan tersebut tidak mengkhawatirkan akan agamanya, namun jika dia mengkhawatirkan akan agamanya maka menyendiri lebih utama, berdasarkan sabda nabi ﷺ:

« يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَغَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ » [رواه البخاري]

"Hampir-hampir (tiba masanya) harta seorang muslim adalah seekor kambing, ia giring ke puncak gunung dan tempat turunnya embun.." [HR. Bukhari]

4. Diantara faedah hadits ini : Bahwa malaikat -alaihimus shalatu was salam- memungkinkan untuk menampakkan diri dihadapan manusia dalam wujud manusia, karena Jibril -alaihis shalat was salam- muncul di hadapan para sahabat dalam bentuk yang disebutkan dalam hadits berupa lelaki yang sangat hitam rambutnya dan sangat putih bajunya, tidak terlihat jejak safarnya dan tidak ada satupun dari sahabat yang mengenalnya.

Baca lanjutan pembahasannya di 
Islam Iman Dan Ihsan - Hadits Arbain (2) - Bagian 2


At-Ta'liqat Ala Al-Arba'in An-Nawawiyyah karya Ibnu Utsaimin rahimahullah.

Sumber : Butiran Faedah



Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: