Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jerat Jerat Setan





Sebuah kisah seorang pendeta yang dititipkan kepadanya seorang gadis untuk dijaga! Kemudian dia menzinahinya! Sehingga hamil dan membunuhnya lalu menguburnya! Kemudian sujud kepada syaitan dan menjadi kufur kepada Allah yang maha agung.. Langkah-langkah syaitan:

Itulah sebuah kisah yang dituturkan oleh Ibnu Katsir - رَحِمَهُ اللّٰهُ - di dalam surat Al-Hasyr, dan bukan merupakan sebab turunnya ayat:

{كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ} [الحشر : 16]

"(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam." [Qs. Al-Hasyr: 16]


Kisah tersebut bukanlah merupakan sebab turunnya ayat, akan tetapi hal itu disebutkan seperti penjelasan baginya dan sebagai tafsiran, dan beliau menuturkan bahwa ada 3 orang dari Bani Israel mendapat giliran, dan mereka memiliki seorang saudara perempuan yang tercantik dari para wanita (di kaumnya); maka ketiganya berkata: kepada siapa kita titipkan saudara perempuan ini selagi kita tidak ada?

Dan di sana ada seorang pendeta yang tengah menyepi di tempat pertapaan rahib untuk beribadah kepada Allah padanya dan pendeta tersebut adalah orang yang gigih dalam beribadah, menghadap Rabb-nya, maka ketiga lelaki itu membawa saudara perempuannya kepada pendeta, dan mereka berkata: kami ada urusan demikian dan demikian, dan kami menitipkan dia kepadamu, hingga kami kembali.

Maka pendeta bertanya: kemana aku akan bawa dia? - Yakni tidak mungkin aku menerimanya di tempat pertapaanku -!!

Maka mereka pun menjawab: kami akan buatkan untuknya sebuah rumah di belakang tempat pertapaan, dan kami hanya meminta engkau untuk menjaga kondisinya dari kejauhan, kami tidak meminta darimu untuk berkumpul dengannya, maka rahib (pendeta) tersebut pun menerima!!

Ini adalah satu langkah (syaitan)...

Kemudian datang syaitan dengan langkah berikutnya... Yaitu di tempat dimana pendeta tersebut tinggal, yaitu di tempat pertapaannya dia beribadah kepada Allah, maka syaitan pun mendatanginya, seraya berkata: apa sebaiknya bagimu, kamu seorang lelaki yang sempurna kejantanannya, lurus dalam ibadah, zuhud terhadap dunia, mementingkan akhirat lantas kamu biarkan wanita miskin ini tanpa kamu tanya kebutuhannya? Bukankah bagus jika kamu berbuat demikian?! Maka pendeta tersebut pergi dan memanggilnya, hai hentah!! Maka perempuan tersebut pun menjawab!

Pendeta bertanya: apakah engkau ada keperluan?

Dan ternyata dia memiliki suatu keperluan yang dia inginkan agar bisa dipenuhi, kemudian pendeta itu meletakkan keperluannya di pintunya kemudian pergi, maka ini satu langkah...

Dan syaitan datang dengan langkah berikutnya...

Dia katakan: apa yang sebaiknya kamu lakukan jika kamu dengan keadaanmu sekarang, tidakkah kamu memberikan kasih sayang kepada wanita miskin ini, karena saudara-saudaranya telah pergi, tidak ada satupun selainmu yang dapat memberikan ketentraman terhadap kegelisahannya, mengurai kedekatannya, menghilangkan keterasingannya, sehingga dia merasakan ketenangan dan kasih sayang?

Maka pendeta tersebut pun datang dan duduk di muka pintu sedangkan gadis tersebut di belakang pintu, maka pendeta mengajaknya bicara demi menenangkannya - tidak lebih -!

Kemudian syaitan datang dengan langkah berikutnya, dia katakan: apa yang sebaiknya bagimu dimana manusia datang dan pergi dalam keadaan kamu duduk di depan pintu wanita miskin ini, apakah mereka tidak akan berperasangka kepadamu yang bukan-bukan dengannya? Masuklah, dan biarkan pintu terbuka sedikit.

Maka masuklah pendeta kemudian dia jadikan pintu tertutup, kemudian jatuh hatilah kepadanya dan menghamilinya, dan ketika terjadi hal itu!! Pendeta menjadi gelisah dan tidak tahu harus berbuat apa, maka dia pun membunuh wanita tersebut, kemudian dia masuk (ke tempat pertapaannya), dan ketika datang saudara-saudara wanita tersebut, mereka bertanya kepadanya, dimana saudara perempuan kami?

Dia pun mengusap satu tetes atau dia tetes air mata dari kedua pipinya, dan berkata: dia telah mati, dan aku telah mengurus jenazahnya dengan sebaik mungkin, hingga aku menguburkannya di makamnya. 

Maka mereka pun mempercayainya dan mereka pun menangis berlinang air mata dan pergi, kemudian mereka tidur di malam harinya lalu syaitan mendatangi mereka dan mendatangi mereka semua dengan sebuah kejadian mereka lihat di dalam mimpi, bahwa pendeta tersebut telah menggauli saudara perempuan mereka dan menghamilinya, kemudian membunuhnya dan menguburkannya di suatu tempat.

Maka mereka semua terbangun dalam keadaan kaget, dan berkatalah yang paling muda dari mereka, dia katakan: apakah kalian melihat seperti yang telah aku lihat (dalam mimpi)? Dan mereka tidak ingin bersegera menjawabnya, maka pemuda itu berkata: aku melihat demikian dan demikian, maka keduanya berkata: kami pun melihat seperti apa yang kamu lihat, maka mereka pun pergi ke suatu tempat dan mereka menggalinya dan mengeluarkan wanita tersebut, dan mereka mengadukan hal itu kepada raja atas perbuatannya, dan dihadirkanlah pendeta tersebut.

Apa yang sebaiknya kamu lakukan dengan kondisimu di tempat yang kamu tinggali, dan kedudukan yang kamu dapatkan, untuk kamu melakukan seperti yang kamu lakukan ini dari perbuatan keji? Maka diperintahkan untuk menghukum pendeta kemudian dia pun disalib lalu datanglah syaitan kepadanya, dan berkata: sesungguhnya aku ini temanmu, dan aku pada hari ini sanggup untuk membebaskanmu, pendeta tersebut bertanya: bagaimana (caranya)?

Syaitan berkata: sujudlah kepadaku dengan satu kali sujud (saja), dan aku akan membebaskanmu.

Pendeta menjawab: bagaimana aku bisa sujud kepadamu sedangkan aku dalam keadaan seperti yang kamu lihat? - dimana dia disalib di atas sebongkah kayu -.

Maka syaitan berkata: isyaratkan dengan kepalamu, maka pendeta pun sujud dengan mengisyaratkan kepalanya, maka dia pun menjadi kafir!!

Maka perhatikanlah, bagaimana mulanya perkara tersebut?

Maka janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan karena sesungguhnya dia tidaklah datang kepadamu dari penghujungnya, namun dia akan menunda-nunda kamu sedikit demi sedikit, maka waspadalah dari meremehkan terhadap perkara-perkara seperti ini, dan putuskanlah perkaranya dari awalnya hingga selesai; dan oleh karena itu Allah - تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ - memerintahkan agar jangan melihat kepada keharaman, dan Allah - تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ - memerintahkan kita untuk tidak mendekati zina, maka Allah - عَزَّ وَجَلَّ - berfirman:

(ولا تقربوا الزنا)

"Dan jangan kamu dekati zina". 

Tidak dikatakan kepada kita "Jangan berbuat zina", akan tetapi dikatakan "jangan kamu mendekati zina!"

Maka penghantar zina tidak dibolehkan, tidak sepatutnya seseorang berdiam diri dalam kondisi bercampur baur, dalam keadaan campur aduk, dan dalam keadaan biasa saja, karena perkara tersebut akan semakin bertambah sedikit demi sedikit, hingga berakhir kepada perkara yang besar, dan ini semuanya termasuk dari langkah-langkah syaitan. 

Disampaikan oleh : As-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Sa'id Ruslan

Sumber : Channel Telegram Berbagi Faedah

Posting Komentar untuk "Jerat Jerat Setan"