Sabtu, 26 Desember 2020

JANGAN TERTIPU DENGAN ILMUMU!


Berkata As-Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr - حَفِظَهُ اللّٓهُ تَعَالَىٓ - :

Dan di dalam konteks ini bahwa semata-mata ilmu tidak akan mengangkat pemiliknya.

Jika demikian, seorang insan tidak boleh tertipu, tidak tertipu dengan dirinya sendiri, tidak boleh dia mengatakan: "saya telah hapal Al-Quran seluruhnya, atau saya telah hapal hadits-hadits shahih, atau saya telah hapal semua matan kitab, atau saya telah belajar ini dan itu", tidak boleh dengan itu.

Akan tetapi (hendaknya dia mengatakan): wahai Rabb-ku selamatkan aku, selamatkan aku, dia meminta kepada Allah tabaraka wa ta'ala agar Dia menjaganya, mengangkat dirinya, memberikan kemanfaatan dirinya, dan tidak tertipu dengan ilmunya sedikit pun.

Akan tetapi hendaknya dia menjadi takut, takut kepada Allah, takut dari siksaan Allah - سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ -, dan mengharap kepada Rabbnya - سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ - keberuntungan dan keselamatan.

Dan termasuk yang disebutkan dari berita-berita yang terkait dengan As-Syaikh Ibnu Utsaimin - Rahmat Allah atas beliau - mereka mengatakan, bahwa seseorang pernah setelah (shalat) Fajar duduk di belakang As-Syaikh dan As-Syaikh tidak merasa akan keberadaan orang tersebut dan tidak mengetahuinya, duduk setelah shalat Fajar berdzikir kepada Allah, kemudian rasa kantuk pun menguasai dirinya - yang itu adalah As-Syaikh Muhammad rahmatullah alaih -, maka beliau pun memukul pahanya sendiri seraya mengatakan: "wahai Muhammad, neraka! wahai Muhammad, neraka!", Beliau menakuti dirinya dengan api neraka dan mengingatkan dirinya dengan api neraka.

Maka semisal makna ini ketika hal itu dihadirkan oleh seseorang di dalam hatinya dan di sana ada neraka, di sana ada hukuman dan berdiri di hadapan Allah - سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ - : maka dia tidak akan tertipu dengan ilmunya betapa pun besarnya, tidak tertipu dengan melimpahnya ilmu, tidak tertipu dengan banyaknya, akan tetapi dia akan terus menakuti dirinya, memohon kepada Allah keteguhan, memohon kepada Allah hidayah, dan memohon kepada Allah pertolongan. |«

Syarah Tafsir Ayat Min Al-Quran Al-Karim karya Al-Imam Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab (pertemuan ke-31).

Sumber : Channel Telegram Butiran Faedah