Minggu, 01 Agustus 2021

Agama adalah Nasehat


Hadits ke-3 dalam Kitab Jawami' Al Akhbar 
Syaikh Abdurrahmān bin Nāshir As Sa'dī

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِي رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صلى الله عليه وسلم :

«الدِّينُ النَّصِيحَةُ»، قَالُوا : لِمَنْ يَا رَسُولُ اللّٰهِ ؟ قَالَ : لِلّٰهِ، وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَ عَامَّتِهِمْ

رواه مسلم

Dari Tamin Addaary radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda "Agama itu adalah nasehat" kami bertanya "MIlik siapa (nasehat itu) wahai Rasulullah?" Beliau menjawab "Milik Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin, dan kaum muslimin secara umum"

(HR. Muslim)

SEKILAS TENTANG PERAWI

Hadits ini diriwayatkan dari Abu Ruqayyah Tamim bin 'Aush bin Khariji Addaary radhiallau 'anhu yang berasal dari Palestina. Beliau temasuk shahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang masuk Islam pada tahun ke 9 Hijriah, yakni di akhir-akhir masa hidup Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. 

Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sempat memberitakan hadits yang bercerita tentang perjalanan Tamim Ad Daary ketika bertemu Dajjal di sebuah pulau. 


PENJELASAN HADITS

Di dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda "Agama adalah Nasehat", sebuah ungkapan yang menunjukkan pentingnya nasehat di dalam agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahwa nasehat adalah sesuatu yang akan membangun, menegakkan dan mengokohkan agama seseorang.

Seperti halnya sabda Rasululullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

الْحَجُّ عَرَفَةُ

"Haji adalah wukuf di Arafah" (HR. An Nasai dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Maksudnya, wukuf di Arafah adalah amalan yang paling utama dalam amalan Haji, sehingga tidak ada haji jika tidak melakukan wukuf di Arafah. Begitu pula dengan nasehat, tidak akan tegak agama kecuali dengan nasehat. 

Apa yang Dimaksud dengan Nasehat?

Nasehat adalah sebuah kalimat yang mengandung perbuatan menyampaikan sesuatu kepada seseorang berupa hal-hal yang membawa pada kebaikan. Seseorang yang menyampaikan nasehat adalah seseorang yang menghendaki kebaikan kepada orang yang dinasehati tersebut.

Kemudian dalam hadits ini Shahabat bertanya "Milik siapa (nasehat itu) wahai Rasulullah?"

Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab "(nasehat itu) adalah Milik Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin, dan kaum muslimin secara umum"


Apa yang dimaksud nasehat milik Allah?

Bukanlah yang dimaksud adalah Allah membutuhkan nasehat, karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak membutuhkan nasehat. Namun yang dimaksud adalah nasehat tersebut kembali kepada hamba itu sendiri di dalam menasehati dirinya dalam hal yang berkaitan tentang Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Maka seorang hamba wajib beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'a, mentauhidkanNya dalam perkara rububiyah, uluhiyah, dan asma wa shifat. Menyifati Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sifat yang sempurna sebagaimana Allah telah menyifati diriNya sendiri dan dengan apa yang telah Rasulullah sifati. Menegakkan tauhid, tunduk berserah diri hanya kepada Allah Ta'ala. 

Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, cinta dan benci karena Allah. Meyakini seluruh nikmat datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka itu  (datangnya) dari Allah”. 

(Qs. An Nahl: 53)


Apa yang dimaksud nasehat bagi kitab Allah?

Yang dimaksud adalah mengimani kitabullah adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bukan makhluk. Dan tidak menyerupai sesuatu apapun dari ucapan makhluk. Firman Allah Maha Benar, tidak ada kekeliruan, kedustaan di dalamnya.

Seorang hamba memuliakan kitabullah dengan cara membacanya, mentadabburi kandungan di dalamnya, khusyu ketika membaca Al Quran, dan senantiasa membela Alquran dari penakwilan orang-orang yang hendak memalingkan makna Alquran ke makna yang menyimpang. Membenarkan segala isi Alquran, mengambil manfaat dan pelajaran dari nasehat-nasehat yang terdapat di dalamnya. Serta mengajak manusia agar mereka menghidupkan Al-Quranul Karim di dalam hati mereka.


Apa yang dimaksud nasehat bagi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam?

Membenarkan risalah, mengimani kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, menaati perintah dan larangannya, dan senantiasa mencintai dan membela sunnahnya, serta membenci orang yang membenci Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Kita berusaha senantiasa mengikuti bimbingan beliau, menyebarkan syariat yang beliau ajarkan, dan tidak mengamalkan ajaran agama yang tidak beliau ajarkan. Beradab dengan adabnya, mencintai keluarga dan para Shahabat beliau.


Apa yang dimaksud nasehat bagi pemimpin kaum muslimin?

Menolong mereka dalam menjalankan kebenaran, menaati mereka selama bukan dalam perkara maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mengingatkan mereka dengan cara yang baik, dan bila ingin menasehati, nasehati mereka dengan cara Rahasia, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam. Serta diharamkan melakukan pemberontakan kepada penguasa tersebut. 


Apa yang dimaksud nasehat untuk keumuman kaum muslimin?

Menasehati mereka dengan cara hikmah dan lembut. Membimbing mereka kepada kemashlahatan dalam kehidupan dunia dan akhirat mereka. Saling tolong menolong di atas kebaikan, ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mencegah berbagai hal yang dapat menimbulkan kemudharatan kepada mereka. Dan mengajarkan mereka ilmu syar'i, dan hal-hal yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Demikianlah kandungan secara ringkas dari hadits yang mulia ini, yang menunjukkan pentingnya saling menasehati sesama kaum muslimin dalam hal yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan hal yang menjadikan kita kuat dalam berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihin Wasallam. 

Wallahu a'lam bish shawab.

Dicatat Dari Kajian Online Ma'had Al Istiqamah

Kitab Jawami' Al Akhbar hadits ke-3

yang disampaikan oleh Ustadz Askary hafizhahullah.


Bagi yang ingin mendengarkan audio/video nya

silakan ke https://youtu.be/hUJzapJBfCY

Previous Post
Next Post
Related Posts

0 komentar: